Dalam kehidupan masyarakat, kebudayaan diwujudkan dalam ranah gagasan, sosial, dan fisik. Kebudayaan berisi kompleksitas gagasan yang diejawantahkan pada perilaku berpola dan benda-benda. Artefak utama warisan masa awal penyebaran Islam di Jawa oleh para wali berupa masjid yang tersebar di pesisir utara. Bangunan masjid beserta ornamentasinya merupakan ekspresi gagasan ideal dari tradisi budaya masyarakat pendukungnya. Di antara masjid-masjid tersebut terdapat tiga masjid fenomenal karena keunikan ornamentasinya, yaitu Masjid Sendhang Dhuwur-Jawa Timur, Masjid Menara Kudus-Jawa Tengah, dan Masjid Agung Cirebon-Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai multikultural ornamen tradisional masjid-masjid tersebut. Metode analisis dilakukan dengan pendekatan ikonografis (Panofsky), yakni pre-iconographical description; iconographical analysis; dan iconological interpretation. Penelitian menghasilkan temuan bahwa ornamen tradisional masjid-masjid warisan para wali di pesisir utara Jawa memiliki keragaman wujud estetis, fungsi, dan makna simbolis. Motif ornamen merupakan perpaduan harmonis dan kesinambungan seni hias yang bersumber dari tradisi pra-Islam (Hindu-Budha, Jawa, China) dan Islam (Arab). Perwujudan ornamen pra-Islam sangat jelas terdapat pada kompleks Masjid Sendhang Dhuwur berupa gerbang bersayap, beberapa motif Surya Majapahit, dan domunasi motif sulur-suluran. Pada kompleks Masjid Menara Kudus terdapat menara berwujud candi Hindu-Budha (Jayaghu), ornamen dengan motif makhuk mitologis Hindu-Budha, dan piring-piring keramik Indochina. Masjid Agung Cirebon sangat kaya dengan keragaman ornamen tradisi seni Hindhu-Budha, Indochina, dan Eropa yang dipadu dengan ornamen Islam. Keberagaman nilai budaya sebagai sumber gagasan ornamen tradisional masjid-masjid warisan para wali tersebut merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. Sesuai dengan ajaran para wali, masyarakat pendukung sangat menjunjung tinggi nilai kebhinekaan, toleransi, dan multikultural. Nilai-nilai tersebut dimanifestasikan secara simbolik melalui seni ornamen.